10 Mitos & Fakta Tentang ASI dan Menyusui
Kamis, 20 Februari 2014
0
komentar
Setiap negara memiliki berbagai mitos tersendiri tentang ASI dan menyusui, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan di Indonesia, pemahaman yang keliru tentang berbagai mitos menyusui kerap kali secara signifikan berkontribusi pada kegagalan menyusui. Masih rendahnya pemahaman tentang berbagai aspek terkait ASI dan menyusui membuat para ibu akhirnya menyerah pada susu formula. Berikut adalah mitos-mitos terkait ASI dan menyusui yang banyak ditemukan di masyarakat Indonesia. Mitos-mitos ini disarikan dari hasil pengamatan ragam pertanyaan yang sering diajukan terkait mitos ASI dan menyusui di forum grup Facebook Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Daftar mitos dan fakta tentang ASI dan menyusui ini juga telah dimuat dalam dokumen grup Facebook AIMI dalam versi yang sedikit berbeda.
Mitos dan Fakta terkait Kondisi Payudara Ibu Menyusui
FAKTA: Puting belah sebagaimana bentuk puting yang lain tetap dapat menyusui karena bayi tidak menyusu pada puting tetapi menyusu pada payudara dengan mengikutsertakan areola. Sejauh ini belum ada laporan ilmiah tentang adanya bayi yang meninggal setelah menyusu pada ibu yang putingnya
terbelah.
FAKTA: Banyak ibu yang melakukan operasi pada payudara dan tetap menyusui. Jika tindakan bedah tidak mempengaruhi kelenjar ASI, maka ibu tetap bisa menyusui dengan baik sebagaimana ibu-ibu lain pada umumnya yang belum pernah menjalani tindakan bedah pada payudara. Jika Ibu harus menjalani prosedur bedah payudara, konsultasikan secara lengkap ke dokter yang menanagani Ibu apakah prosedurnya tetap dapat membuat Ibu menyusui di kemudian hari.
MITOS: Payudara sebelah kanan adalah nasi, payudara kiri adalah lauknya. Jadi menyusu harus di kedua payudara agar lengkap makanan bagi si bayi.Atau dalam versi lain yang sejenis juga sering dikatakan:Payudara sebelah kanan adalah makan, payudara kiri adalah minumnya. Jadi menyusu harus di kedua payudara agar lengkap makanan bagi si bayi.
FAKTA: Isi payudara kanan dan kiri sama saja, foremilk dan hindmilk. Biarkan bayi menyusu pada satu payudara hingga “habis”, bila masih kurang baru tawarkan payudara satunya agar dia mendapatkan foremilk dan hindmilk yang seimbang.
MITOS: Ibu dengan ukuran payudara yang kecil tidak bisa memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya.
FAKTA: Ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan produksi. Apapun ukuran payudara ibu, ASI akan selalu cukup untuk bayi jika ibunya rajin menyusui/memerah dan selalu berpikir positif. Besar/kecilnya payudara pada dasarnya tergantung dari jaringan lemak di dalam payudara.
MITOS: Ibu yang putingnya berdarah tidak boleh menyusui.
FAKTA: Meskipun darah yang kadang masuk ke ASI bisa membuat bayi gumoh lebih banyak, atau darah dari luka di puting ibu bahkan mungkin muncul dalam buang air besar si bayi, ini bukan alasan untuk berhenti menyusui bayi. Puting susu yang sakit dan berdarah tidak lebih buruk dari puting susu yang sakit dan tidak berdarah. Jika puting luka dan sakit sekali, boleh diistirahatkan selama 1-2 hari dari proses menyusui langsung dan selama itu ASI diperah dengan tangan sesering mungkin dan ASIP diberikan dengan media selain dot. Jika luka membaik, silakan menyusui kembali. Jangan lupa oleskan ASI pada puting untuk mempercepat sembuhnya luka atau lecet. Perbaiki juga pelekatan menyusui agar puting tidak mudah lecet.
MITOS: Wanita dengan puting datar atau terbenam tidak bisa menyusui.
FAKTA: Bayi tidak menyusui pada puting susu, mereka menyusu pada payudara. Meskipun mungkin lebih mudah bagi bayi untuk melekat pada payudara dengan puting menonjol, puting tidak harus tetap keluar. Sebuah awal yang tepat biasanya akan mencegah masalah menyusui dan ibu dengan berbagai bentuk puting bisa menyusui dengan baik. Nipple shield atau penyambung puting tidak dianjurkan karena walau kelihatannya bisa menyelesaikan masalah, penggunaannya dapat mengakibatkan proses menyusui yang buruk karena pelekatan yang tidak tepat. Jika pelekatan tidak tepat, maka ASI yang diperoleh bayi juga tidak akan optimal.
MITOS: Payudara yang “lembek” adalah payudara yang tidak ada ASInya.
FAKTA: Payudara “lembek” adalah tanda pengeluaran ASI (baik menyusui dan memerah) lancar. Payudara yang keras justru menandakan pengeluaran ASI tidak lancar, apabila hal ini dibiarkan justru akan mengganggu produksi ASI bahkan bisa menyebabkan radang payudara (mastitis)
MITOS: Menyusui adalah perjuangan atau jihadnya seorang ibu, makanya adalah normal jika proses menyusu menimbulkan rasa sakit Dan ibu harus menahan rasa sakitnya karena menyusui agar si bayi bisa tetap mendapatkan ASI.
FAKTA: Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh jika pada hari-hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa waktu saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Perbaiki pelekatan menyusui jika payudara lecet. Jika payudara lecet terus terjadi meski pelekatan sudah diperbaiki, segera bawa bayi ke dokter yang paham tentang tongue tie untuk melihat jika ada kemungkinan si bayi mengalami tongue tie. Menyusui adalah momen yang indah dan intim antara ibu dan bayi, sehingga prosesnyapun harus bebas dari rasa sakit.
Mitos dan Fakta terkait Kondisi dan Kualitas ASI
MITOS: Sedikitnya produksi ASI dikarenakan faktor genetik
FAKTA: Faktor genetik tidak mempengaruhi produksi ASI, ASI diproduksi semakin banyak jika ibu semakin sering menyusui atau memerah
MIMITOS: Stres menyebabkan ASI kering.
FAKTA: Walaupun stres berat atau baby blues yang parah dapat menyebabkan terhentinya ASI, akan tetapi keadaan ini biasanya hanya sementara, sebagaimana reaksi fisiologis lainnya. Bukti menunjukkan bahwa menyusui dapat menghasilkan hormon yang dapat meredakan ketegangan, memberikan ketenangan kepada ibu dan bayi dan menimbulkan ikatan yang erat antara ibu dan anak.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: 10 Mitos & Fakta Tentang ASI dan Menyusui
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Untuk Pemesanan Botol Kaca Asi Hubungi Kami Telp - 089 6680 66825 / 081 325 607 327 / 081 225 702 34 http://botolasisemarang.blogspot.com/2014/02/50-mitos-fakta-tentang-asi-dan-menyusui.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5

.jpg)


"
"
"
"
0 komentar:
Posting Komentar