Selamat Datang

Selamat datang Bunda Asi dan Ayah Asi di www.botolasisemarang.blogspot.com dan kami mengucapkan terima kasih telah berkunjung di Website kami….

Asi merupakan element yang sangat penting untuk pertumbuhan awal Sang Buah Hati. Sehingga membuat hampir semua orang tua menjadi Pejuang-pejuang Asi yang tangguh. dan berbagai cara pasti akan dilakukan oleh Ayah Asi dan Bunda Asi agar dapat memberikan Asi selama 6 bulan (Asi Eksklusif), 12 Bulan, bahkan hingga 24 Bulan kepada Sang Buah Hati.

Perjuangan yang tidak mudah untuk terus dapat memberikan Asi harus juga didukung oleh element-element lain agar perjuangan tersebut tidak terasa sia-sia. Berbekal itu semua Kami menghadirkan Produk untuk menyimpan Asi hasil perahaan Bunda (ASIP) yaitu Botol Kaca Asi Baru dengan Tutup Karet berkualitas Food Grade yang telah lulus Uji Coba di Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) dibawah langsung Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Hasil Uji Coba terlampir dikolom sebelah kanan).

Botol yang kami sediakan adalah botol yang langsung dipasarkan setelah melewati proses produksi, bukan Botol yang telah digunakan terlebih dahulu untuk hal-hal lain dan dikondisikan kembali seperti baru atau yang sering disebut juga Botol Rekondisi.

Dan untuk menghargai Perjuangan para Ayah Asi dan Bunda Asi Kami hanya menjual Botol Asi yang benar-benar kondisi baru, baik dari segi Botolnya maupun Tutupnya.

Hubungi Kami Untuk Pemesanan Dengan Harga yang spesial








Ukuran Detail Botol Kaca Asi BKA :


  • Kapasitas Botol : 120 Ml

  • Tinggi Botol : 10 Cm

  • Diameter Luar Mulut Botol : 3 Cm

  • Diameter Dalam Mulut Botol : 2,4 Cm

  • Diameter Bawah Botol : 4,5 C



Kelebihan Botol Asi BKA Indonesia








  • -BPA Free

  • -Food Grade

  • -Mudah di Bersihkan

  • -Bisa digunakan untuk sterilizer ( Tutup Karet Silikon yang aman )

  • -Bisa digunakan berkali – kali

  • -Tutup Karet Silikon lebih rapat dan botol menjadi kedap udara sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau ASI akan tumpah

  • -Botol ASI BKA Indonesia dilengkapi dengan takaran ukuran mililiter ( ml ) dan ons ( oz )



Harga Botol Kaca Asi








Harga Botol Kaca Asi Baru BKA

Rp 55.000/Box (Isi 8 Botol)


  • 1 Box isi 8 Botol

  • Harga Sudah termasuk dengan Tutup Botol

  • Harga Diluar Ongkos Kirim



Untuk Pemesanan Hubungi Kami


- 089 6681 52367

- 081 225 702 34


Whatsapp

- 089 6681 52367

- 089 6680 66825



10 Mitos & Fakta Tentang ASI dan Menyusui

Posted by Unknown Kamis, 20 Februari 2014 0 komentar


Setiap negara memiliki berbagai mitos tersendiri tentang ASI dan menyusui, tidak terkecuali di Indonesia. Bahkan di Indonesia, pemahaman yang keliru tentang berbagai mitos menyusui kerap kali secara signifikan berkontribusi pada kegagalan menyusui. Masih rendahnya pemahaman tentang berbagai aspek terkait ASI dan menyusui membuat para ibu akhirnya menyerah pada susu formula. Berikut adalah mitos-mitos terkait ASI dan menyusui yang banyak ditemukan di masyarakat Indonesia. Mitos-mitos ini disarikan dari hasil pengamatan ragam pertanyaan yang sering diajukan terkait mitos ASI dan menyusui di forum grup Facebook Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Daftar mitos dan fakta tentang ASI dan menyusui ini juga telah dimuat dalam dokumen grup Facebook AIMI dalam versi yang sedikit berbeda.
Mitos dan Fakta terkait Kondisi Payudara Ibu Menyusui


FAKTA: Puting belah sebagaimana bentuk puting yang lain tetap dapat menyusui karena bayi tidak menyusu pada puting tetapi menyusu pada payudara dengan mengikutsertakan areola. Sejauh ini belum ada laporan ilmiah tentang adanya bayi yang meninggal setelah menyusu pada ibu yang putingnya 

terbelah.




FAKTA: Banyak ibu yang melakukan operasi pada payudara dan tetap menyusui. Jika tindakan bedah tidak mempengaruhi kelenjar ASI, maka ibu tetap bisa menyusui dengan baik sebagaimana ibu-ibu lain pada umumnya yang belum pernah menjalani tindakan bedah pada payudara. Jika Ibu harus menjalani prosedur bedah payudara, konsultasikan secara lengkap ke dokter yang menanagani Ibu apakah prosedurnya tetap dapat membuat Ibu menyusui di kemudian hari.

MITOS: Payudara sebelah kanan adalah nasi, payudara kiri adalah lauknya. Jadi menyusu harus di kedua payudara agar lengkap makanan bagi si bayi.Atau dalam versi lain yang sejenis juga sering dikatakan:Payudara sebelah kanan adalah makan, payudara kiri adalah minumnya. Jadi menyusu harus di kedua payudara agar lengkap makanan bagi si bayi.

FAKTA: Isi payudara kanan dan kiri sama saja, foremilk dan hindmilk. Biarkan bayi menyusu pada satu payudara hingga “habis”, bila masih kurang baru tawarkan payudara satunya agar dia mendapatkan foremilk dan hindmilk yang seimbang.

MITOS: Ibu dengan ukuran payudara yang kecil tidak bisa memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya.

FAKTA: Ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan produksi. Apapun ukuran payudara ibu, ASI akan selalu cukup untuk bayi jika ibunya rajin menyusui/memerah dan selalu berpikir positif. Besar/kecilnya payudara pada dasarnya tergantung dari jaringan lemak di dalam payudara.

MITOS: Ibu yang putingnya berdarah tidak boleh menyusui.

FAKTA: Meskipun darah yang kadang masuk ke ASI bisa membuat bayi gumoh lebih banyak, atau darah dari luka di puting ibu bahkan mungkin muncul dalam buang air besar si bayi, ini bukan alasan untuk berhenti menyusui bayi. Puting susu yang sakit dan berdarah tidak lebih buruk dari puting susu yang sakit dan tidak berdarah. Jika puting luka dan sakit sekali, boleh diistirahatkan selama 1-2 hari dari proses menyusui langsung dan selama itu ASI diperah dengan tangan sesering mungkin dan ASIP diberikan dengan media selain dot. Jika luka membaik, silakan menyusui kembali. Jangan lupa oleskan ASI pada puting untuk mempercepat sembuhnya luka atau lecet. Perbaiki juga pelekatan menyusui agar puting tidak mudah lecet.

MITOS: Wanita dengan puting datar atau terbenam tidak bisa menyusui.

FAKTA: Bayi tidak menyusui pada puting susu, mereka menyusu pada payudara. Meskipun mungkin lebih mudah bagi bayi untuk melekat pada payudara dengan puting menonjol, puting tidak harus tetap keluar. Sebuah awal yang tepat biasanya akan mencegah masalah menyusui dan ibu dengan berbagai bentuk puting bisa menyusui dengan baik. Nipple shield atau penyambung puting tidak dianjurkan karena walau kelihatannya bisa menyelesaikan masalah, penggunaannya dapat mengakibatkan proses menyusui yang buruk karena pelekatan yang tidak tepat. Jika pelekatan tidak tepat, maka ASI yang diperoleh bayi juga tidak akan optimal.

MITOS: Payudara yang “lembek” adalah payudara yang tidak ada ASInya.

FAKTA: Payudara “lembek” adalah tanda pengeluaran ASI (baik menyusui dan memerah) lancar. Payudara yang keras justru menandakan pengeluaran ASI tidak lancar, apabila hal ini dibiarkan justru akan mengganggu produksi ASI bahkan bisa menyebabkan radang payudara (mastitis)

MITOS: Menyusui adalah perjuangan atau jihadnya seorang ibu, makanya adalah normal jika proses menyusu menimbulkan rasa sakit Dan ibu harus menahan rasa sakitnya karena menyusui agar si bayi bisa tetap mendapatkan ASI.

FAKTA: Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh jika pada hari-hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa waktu saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Perbaiki pelekatan menyusui jika payudara lecet. Jika payudara lecet terus terjadi meski pelekatan sudah diperbaiki, segera bawa bayi ke dokter yang paham tentang tongue tie untuk melihat jika ada kemungkinan si bayi mengalami tongue tie. Menyusui adalah momen yang indah dan intim antara ibu dan bayi, sehingga prosesnyapun harus bebas dari rasa sakit.
Mitos dan Fakta terkait Kondisi dan Kualitas ASI

MITOS: Sedikitnya produksi ASI dikarenakan faktor genetik

FAKTA: Faktor genetik tidak mempengaruhi produksi ASI, ASI diproduksi semakin banyak jika ibu semakin sering menyusui atau memerah

MIMITOS: Stres menyebabkan ASI kering.

FAKTA: Walaupun stres berat atau baby blues yang parah dapat menyebabkan terhentinya ASI, akan tetapi keadaan ini biasanya hanya sementara, sebagaimana reaksi fisiologis lainnya. Bukti menunjukkan bahwa menyusui dapat menghasilkan hormon yang dapat meredakan ketegangan, memberikan ketenangan kepada ibu dan bayi dan menimbulkan ikatan yang erat antara ibu dan anak. 

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: 10 Mitos & Fakta Tentang ASI dan Menyusui
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Untuk Pemesanan Botol Kaca Asi Hubungi Kami Telp - 089 6680 66825 / 081 325 607 327 / 081 225 702 34 http://botolasisemarang.blogspot.com/2014/02/50-mitos-fakta-tentang-asi-dan-menyusui.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Stats




Jual Botol Kaca Asi | Botol Kaca Asi Semarang.